All Posts, Knowledge

JENIS-JENIS KARBOHIDRAT

1. Monosakarida

Monosakarida (mono = “satu”; sacchar- = “manis”) adalah gula sederhana. Pada monosakarida, jumlah karbon biasanya berkisar dari tiga sampai tujuh. Jika gula memiliki gugus aldehid (kelompok fungsional dengan struktur R-CHO), diketahui sebagai aldosa, dan jika memiliki kelompok keton (kelompok fungsional dengan struktur RC (= O) R ‘), itu dikenal sebagai Ketosa a. Tergantung pada jumlah karbon gula, mereka juga dapat dikenal sebagai triosa (tiga karbon), pentosa (lima karbon), dan atau heksosa (enam karbon). Monosakarida dapat eksis sebagai rantai linear atau sebagai molekul berbentuk cincin; dalam larutan air mereka biasanya ditemukan dalam bentuk cincin.

Glukosa (C6H12O6) merupakan monosakarida umum dan sumber energi yang penting. Selama respirasi sel, energi dilepaskan dari glukosa dan energi yang digunakan untuk membantu membuat adenosin trifosfat (ATP). Tanaman mensintesis glukosa menggunakan karbon dioksida dan air, dan glukosa, pada gilirannya, digunakan untuk kebutuhan energi untuk pabrik.

Galaktosa (gula susu) dan fruktosa (ditemukan dalam buah) adalah monosakarida umum lainnya. Meskipun glukosa, galaktosa, dan fruktosa semua memiliki rumus kimia yang sama (C6H12O6), mereka berbeda secara struktural dan kimia (dikenal sebagai monosakarida isomer) karena susunan yang berbeda dari kelompok-kelompok fungsional sekitar karbon asimetrik. Semua monosakarida tersebut memiliki lebih dari satu karbon asimetrik. Glukosa dan galaktosa yang aldoses, dan fruktosa adalah Ketosa .

2. Disakarida

Disakarida (di- = “dua”) terbentuk ketika dua monosakarida mengalami reaksi dehidrasi (juga dikenal sebagai reaksi kondensasi atau sintesis dehidrasi). Selama proses ini, gugus hidroksil dari satu monosakarida menggabungkan dengan hidrogen dari monosakarida lain, melepaskan molekul air dan membentuk ikatan kovalen. Sebuah ikatan kovalen terbentuk antara molekul karbohidrat dan molekul lain (dalam hal ini, antara dua monosakarida) dikenal sebagai ikatan glikosidik. Ikatan glikosidik (juga disebut glikosidik) dapat dari alpha atau jenis beta.

Disakarida umum termasuk laktosa, maltosa, dan sukrosa. Laktosa adalah disakarida yang terdiri dari monomer glukosa dan galaktosa. Hal ini ditemukan secara alami dalam susu. Maltosa, atau gula malt, merupakan disakarida yang dibentuk oleh reaksi dehidrasi antara dua molekul glukosa. Yang paling umum adalah disakarida sukrosa, atau gula meja, yang terdiri dari monomer glukosa dan fruktosa.

3. Polisakarida

Sebuah rantai panjang dari monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosidik dikenal sebagai polisakarida (poli = “banyak”). Rantai mungkin bercabang atau tidak bercabang, dan dapat mengandung berbagai jenis monosakarida. Pati, glikogen, selulosa, dan kitin adalah contoh utama dari polisakarida.

Tanaman dapat mensintesis glukosa, dan kelebihan glukosa disimpan sebagai pati di bagian tanaman yang berbeda, termasuk akar dan biji. Pati adalah bentuk disimpan gula dalam tanaman dan terdiri dari monomer glukosa yang bergabung dengan α1-4 atau 1-6 ikatan glikosidik. Pati dalam biji menyediakan makanan bagi embrio karena berkecambah sedangkan pati yang dikonsumsi oleh manusia dipecah oleh enzim menjadi molekul yang lebih kecil, seperti maltosa dan glukosa. Sel-sel kemudian dapat menyerap glukosa.

Glikogen adalah bentuk penyimpanan glukosa pada manusia dan vertebrata lainnya. Hal ini terdiri dari monomer glukosa. Glikogen adalah setara hewan pati dan merupakan molekul yang sangat bercabang biasanya disimpan dalam sel-sel hati dan otot. Setiap kali kadar glukosa darah menurun, glikogen dipecah untuk melepaskan glukosa dalam proses yang dikenal sebagai glikogenolisis.

Selulosa adalah biopolimer alami yang paling berlimpah. Dinding sel tanaman yang sebagian besar terbuat dari selulosa dan memberikan dukungan struktural untuk sel. Selulosa terdiri dari monomer glukosa yang dihubungkan oleh β 1-4 ikatan glikosidik. Setiap monomer glukosa lainnya di selulosa terbalik, dan monomer yang padat sebagai diperpanjang rantai panjang. Hal ini memberikan selulosa kekakuan dan tarik tinggi kekuatan-yang sangat penting untuk sel-sel tanaman.

Sumber : http://smpsma.com/macam-macam-karbohidrat-dan-contohnya.html

Advertisements
All Posts, Knowledge

ORGANEL SEL & FUNGSINYA

1. Membran Sel (Plasmalemma atau Selaput Plasma)

Merupakan membran sel atau selaput yang letaknya paling luar yang terbentuk dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan protein dan lemak) dengan perbandingan 50:50. Lipid penyusun membran yaitu pospolid.

Protein yang ada di permukaan luar dan dalam disebut protein instriksik yang mempunyai sifat hidrofilik (larut dalam air) dan yang ada dan menembus kedua lapis lipid disebut protein instriksi yang mempunyai sifat hidrofobik (tidak larut dalam air). Oleh karenanya membran sel bersifat Selektif Permeabel (Semi Permeabel) yang artinya hanya bisa dilewati oleh molekul tertentu saja.

Fungsi dari Membran Sel:

  • Melindungi sel
  • Mengatur keluar masuk (pertukaran) zat dari sel satu ke sel lainnya
  • Penerima rangsang dari luar sel
  • Tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia

Khusus sel tumbuhan, selain selaput plasma terdapat satu struktur yang letaknya diluar selaput plasma yaitu Cell Wall atau Dinding Sel. Tersusun dari dua lapisan senyawa Selulosa. Diantara kedua lapisan selulosa terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang bisa terisi oleh zat penguat (contoh: chitine, pektin, suberine, lignin).

Pada sel tumbuhan terkadang juga terdapat celah yang disebut Noktah. Di notah/pit ini sering dijumpai penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang mempunyai fungsi hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.

2. Sitoplasma dan Organel Sel

Bagian cair dalam sel disebut dengan Sitoplasma yang ada dalam dua bentuk yaitu Fase Sol (padat) dan Fase Gel (cair) dan khusus cairan yang berada di dalam inti sel disebut Nukleoplasma. Sitoplasma disusun oleh 90% air dimana air menjadi penyusun utamanya, dan berfungsi melarutkan zat-zat kimia dan tempat reaksi kimia sel.

Organel sel sendiri merupakan benda-benda solid yang ada di dalam sitoplasma dan menjalankan fungsi kehidupan (bersifat hidup). Terdapat berbagai macam organel sel, organel sel tersebut yaitu:

a. Retikulum Endoplasma (RE.)

Retikulum Endoplasma merupakan organel yang berupa sistem membran berlipat-lipat menghubungkan membran sel dengan membran inti berbentuk seperti benang-benang jala. Ikut berperan juga dalam proses transpor zat intra sel. Ada dua macam Retikulum Endoplasma yaitu RE Kasar dan RE Halus. Struktur Retikulum Endoplasma hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron.

Fungsi RE Halus:

  • Sebagai transpor atau pengangkut sintesis lemak dan steroit.
  • Tempat menyimpan fospolipid, glikolipid, dan steroid
  • Melaksanakan detoksifikasi drug dan racun
  • Tidak terdapat ribosom di RE Halus

Fungsi RE Keras: transpor atau pengangkut sintetis protein, terdapat juga di ribosom.

b. Ribosom (Ergastoplasma)

Ribosom merupakan organel pen sintensis protein. Ribosom kerap menempel satu sama lain dan membentuk rantai yang sering disebut polisom atau pololiribosom. Struktur ribosom berbentuk bulat bundar terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang soliter dan ada yang melekat sepanjang R.E.

Ribosom adalah organel sel terkecil yang tersuspensi dalam sel. Antara satu ribosom dengan yang lainnya diikat oleh mRNA. Menurut kecepatan sedimentasi dibedakan menjadi ribolom sub unit kecil (40s) dan ribosom sub unit besar (60s)

Fungsi Ribosom: Sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein dan contoh organel tidak bermembran. Oleh penyusun utamanya yaitu asam ribonukleat dan berada bebas di dalam sitoplasma ataupun melekat pada RE.

c. Mitokondria (The Power House)

Di dalam biologi Mitokondria diberi julukan The Power House karena merupakan organel yang mempunyai fungsi sebagai tempat respirasi aerob untuk pembentukan ATP sebagai sumber energi sel. Mitokondria memiliki dua lapisan membran yaitu membran dalam dan membran luar.

Membran dalam membentuk tonjolan-tonjolan ke arah dalam (membran krista). Krista mempunyai fungsi memperluas permukaan agar proses pengikatan oksigen  dalam respirasi sel berlangsung semakin efektif.

Terdapat Mastrik Mitokondria yang terletak diantara membran krista dan banyak mengandung enzim pernafasan atau sitokrom, protein, dna dan ribosom yang memungkinkan sintesis enzim-enzim respirasi secara otonom. Untuk melintasi membran mitokondria memerlukan mekanisme transpor aktif. Mastrik Mitokondria berfungsi sebagai tempat berlangsungnya respirasi untuk menghasilkan energi.

d. Lisosom

Lisosom dihasilkan oleh aparatus golgi yang penuh dengan protein. Berbentuk kantong-lantong kecil dan menghasilkan enzim-enzim hidrolitik seperti fosfatase, lipase, dan proteolitik. Enzim hidrolitik mempunyai fungsi untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam sel secara fagositosis.

Lisosom menghasilkan zat kekebalan sehingga banyak ditemui pada sel darah putih, bersifat autofagi, autolisis, dan menghancurkan makanan secara edsosistosis. Fungsi organel sel lisosom ini ialah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satunya yaitu Lisozym.

Ada dua macam lisosom yaitu lisosom primer dan sekunder, lisosom primer memproduksi enzim yang belum aktif. Berfungsi sebagai vakuola makanan. Lisosom sekunder adalah lisosom yang terlibat dalam kegiatan mencerna, berfungsi sebagai autofagosom.

Lisosom mempunyai peran dalam peristiwa:

  • Pencernaan instrasel: mencerna materi secara fagositosis
  • Eksositosis: pembebasan sekrit keluar sel
  • Autofagi: penghancuran organel sel yang telah rusak
  • Autolisis: penghancuran diri sel dengan cara melepas enzim pencerna dari dalam lisosom ke dalam sel, contoh proses ini yaitu hilangnya ekor berudu ketika proses menuju dewasa.

e. Badan Golgi (Aparatus Golgi = Diktiosom)

Badan golsi terdiri dari kumpulan vesikel pipih yang mempunyai bentuk berkelok-kelok (sisternae) atau berbentuk seperti kantong pipih. Badan golgi yang ada di dalam sel tumbuhan disebut diktiosom, dimana kebanyakan berada di dekat membran sel.

Di dalam badan golgi terdapat banyak enzim pencernaan yang belum aktif, seperti koenzim dan zimogen. Dihasilkan juga lendir yang disebut musin, badan golgi juga dapat membentuk lisosom. Badan golgi bisa bergerak mendekati membran sel untuk mensekresikan isinya ke luar sel, karena ini disebut juga organes sekresi.

Organel sel ini dihubungkan dengan fungsi ekskreasi sel, dan struktur nya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Badan golgi banyak ditemui di organ tubuh yang melaksanakan fungsi eksresi atau sel-sel penyusun kelenjar (contoh: ginjal).

f. Sentrosom (Sentriol)

Hal yang sangat penting yaitu setrosom hanya bisa ditemukan pada sel hewan. Sentrosom disaat reproduksi sel akan membelah menjadi sentriol. Struktur sentrosom berbentuk bintang dengan fungsi untuk pembelahan sel (Meiosis maupun Mitosis).

Sentriol berbentuk layaknya tabung dan tersusun oleh mikrotubulus yang terdiri 9 triplet, terletak disalah satu kutub inti sel. Sentriol berperan dalam kegiatan pembelahan sel dengan membentuk benang spindel. Benang ini yang menarik kromosom menuju ke kutub sel berlawanan.

g. Plastida

Plastida ialah organel yang umumnya berisi pigmen. Plastida yang berisi pigmen klorofil disebut kloroplas, fungsinya yaitu sebagai organel utama dalam proses fotosintesis. Kroloplas berasal dari proplastida, proplastida berukuran lebih kecil dari kloroplas dimana terdapat sedikit bahkan tanpa membran internal.

Kloroplas terbungkus membran ganda, membran yang berperang mengatur keluar masuk senyawa atau ion ke dandari dalam kloroplas. Di membran internal kloroplas ada pigmen fotosintesis yang banyak ditemui di permukaan luar membran internal yang disebut thilakoid.

Sedangkan plastida yang berisi pigmen selain klorofil (contoh: fikoerithin, xantofil, karoten) disebut dengan Kromoplas. Plastida yang tidak mempunyai warna (tidak berwarna) disebut leukoplas.

Ada macam-macam leukoplas berdasarkan bahan yang dikandungnyam yaitu elaioplas (lipoplas) berisi lemak, amiloplas berisi amilum, dan proteoplas berisi protein. Yang dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa.

Tiga jenis plastisida, yaitu:
1. Lekoplas yaitu plastida berwarna putih yang berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. terdiri dari:

  • Amiloplas: tempat menyimpan amilum
  • Elaioplas (Lipidoplas): tempat menyimpan lemak/minyak
  • Proteoplas: tempat menyimpan protein

2. Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau yang berfungsi menghasilkan klorofil dan tempat berlangsungnya fotosintesis

3. Klomoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya:

  • Fikodanin (biru)
  • Fikosantin (kuning)
  • Karotin (kuning)
  • Fikoeritrin (merah)

h. Vakuola (RonggaSel)

Vakuola tidak dimasukan dalam organel sel oleh beberapa ahli, benda ini bisa dilihat melalui mikroskop cahaya biasa. Vakuola berisi garam-garam organik, tanin (zat penyamak), glikosida, minyak eteris, enzime, alkaloid, dan butir-butir pati. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas. Pada beberapa spesies terdapat vakuola kontraktil dan vakuola nonkontraktil.

Pada beberapa terdapat vakuola kecil atau bahkan tidak ada, kecuali hewan bersel satu. Hewan bersel satu terdapat dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dengan fungsi dalam proses pencernaan intrasel dan vakuola kontraktil yang berfungsi sebagai osmoregulator.

i. Mikrotubulus

Mikrotubulus berbentuk benang silindris, kaku dan mempunyai fungsi untuk membentuk silia, flagela, sentriol dan benang-benang spindel, serta mempertahankan bentuk sel dan sebagai rangka sel. Contoh organel ini antaranya yaitu benang-benang gelembung pembelahan.

Mikrotubulus ini disusun oleh protein yang disebut tubulin. Diameter mikrotubulus kira-kira 25 nm. Organel ini merupakan serabut penyusun sitoskeleton terbesar.

j. Mikrofilamen

Organel mikrofilamen mirip seperti mikrotubulus tetapi mempunyai diameter yang lebih kecil. Bahan pembentuk mikrofilamen adalah miosin dan aktin seperti yang ditemui pada otot. Berdasarkan hasil penelitian, mikrofilamen ikut andil dalam proses pergerakan sel, eksositosis, dan endositosis. Contohnya yaitu gerakan amuba.

k. Peroksisom (Badan Mikro)

Peroksisom atau badan mikro mempunyai ukuran sama seperti Lisosom dan dibentuk dalam Retikulum Endoplasma Granular. organel peroksisom ini terus menerus berasosiasi dengan organel sel lain, banyak juga mengandung enzim katalase dan oksidae yang banyak disimpan dalam sel-sel hati.

Peroksisom memiliki fungsi mengurangikan peroksida (H2O2) dimana ini merupakan sisa metabolisme yang bersifat toksik menjadi oksigen dan air. Badan mikro pada tumbuhan disebut Gliosisom, ikut andil dalam proses pengubahan senyawa lemak menjadi sukrosa.

3. Inti Sel (Nukleus)

Nukleus merupakan bagian sel yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan organel sel seperti biasanya, mempunyai ukuran 10 – 20 nm. Letak inti sel (nukleus) terkadang di bagian tepi atau di tengah, mempunyai bentuk bulit atau lonjong seperti cakram.

Inti sel atau Nukleus merupakan bagian sel yang mempunyai fungsi sebagai pusat pengendali aktivitas atau pusat perintah sel karena adanya benang-benang  kromosom di dalam nukleus. Umumnya sel-sel mempunyai satu nukelus inti.

Inti sel (nukelus) dibatasi oleh membran inti atau selaput inti yang mempunyai kontrol keluar masuk nukleus. Nukleus diperlukan untuk mengontrol reaksi-reaksi kimia, pembelahan sel, dan pertumbuhan.

Tetapi sesuai dengan fungsinya, ada juga sel yang mempunyai dua atau lebih inti. Nukelus juga mempunyai tugas untuk membawa perintah sintesis di inti DNA dikarenakan terdapat sandi DNA (DNA code) di dalamnya untuk menentukan urutan asam amino protein.

Nukleus terdiri dari bagian-bagian:

  • Nukleoplasma (Kariolimfa)
  • Kromatin / Kromosom
  • Selapue Inti (Karioteka)
  • Nukleolus(anak inti)

Berdasarkan ada tidaknya selaput inti, dikenal dua penggolongan sel yaitu:

  1. Sel Eukariotik (Sel yang mempunyai selaput inti)
  2. Sel Prokariotik (Sel yang tidak memiliki selaput inti, contohnya pada ganggang biru, bakteri.

Fungsi dari nukelus sendiri adalah mengatur semua aktivitas sel, karena di dalam nukleus terdapat kromosom yang berisikan ADN yang mengatur sintesis protein. Inti mempunyai tugas mengendalikan semua kegiatan sel mulai dari metabolisme sampai pembelahan sel.

Pada sel eukariotik, inti diselubungi membran inti atau karioteka rangkap dua dan berpori, lain hal dengan sel prokariotik dimana sel ini tidak memiliki membran. Di dalam nukleus terdapat cairan yang biasa disebut nukleoplasma, kromosom yang biasanya berupa benang kromatin, serta Nukleolus (anak inti) yang digunakan sebagai tempat pembentukan asam ribonukleat (ARN).

Sumber : http://www.yuksinau.id/2016/02/struktur-fungsi-organel-organel-sel.html

All Posts, Knowledge

SARAF KRANIAL & FUNGSINYA

Nomor Nama Jenis Fungsi
I Olfaktorius Sensorik Menerima rangsang dari hidung dan menghantarkannya ke otak untuk diproses sebagai sensasi bau.

  • Ini memiliki inti penciuman anterior.
  • Ini adalah murni saraf sensorik. Ini membantu untuk mengirimkan indera penciuman dan terletak di foramina penciuman dalam piring cribiform dari tulang ethmoid.
II Optik Sensorik Menerima rangsang dari mata dan menghantarkannya ke otak untuk diproses sebagai persepsi visual.

  • Ini berisi sel-sel ganglion retina.
  • Saraf ini mentransmisikan informasi visual ke otak dan terletak di kanal optik.
III Okulomotor Motorik Menggerakkan sebagian besar otot mata

  • Ini adalah terutama saraf motorik dan berasal di otak tengah.
  • Saraf ini menginervasi levator palpebrae superioris, rektus superior, rektus medialis, rektus inferior, dan inferior miring, yang semua otot yang secara kolektif melakukan terutama gerakan-gerakan Mata. Hal ini juga menginervasi sfingter pupillae. Hal ini terletak di fisura orbital superior.
IV Troklearis Motorik Menggerakkan beberapa otot mata

  • saraf troklearis berasal di otak tengah.
  • Saraf ini innervates otot oblik superior, yang menekan, berputar lateral sekitar sumbu optik dan membantu untuk intort bola mata. Hal ini terletak di fisura orbital superior.
V Trigeminus Gabungan Sensori: Menerima rangsangan dari wajah untuk diproses di otak sebagai sentuhan
Motorik: Menggerakkan rahang

  • Ini adalah saraf yang berasal dari pons.
  • Saraf trigeminal adalah saraf campuran, yaitu, mengandung sensasi baik sensorik dan motorik. Ini menerima sensasi dari wajah dan menginervasi otot-otot pengunyahan. Hal ini terletak di fisura orbital superior (oftalmik saraf – V1), foramen rotundum (maksila saraf – V2), dan foramen ovale (saraf mandibula – V3).
VI Abdusen Motorik Abduksi mata

  • Saraf ini berasal sepanjang margin posterior pons.
  • Saraf ini terutama motorik sifatnya. Ini innervates rektus lateral, yang membantu untuk melarikan mata dan terletak di fisura orbital superior.
VII Fasialis Gabungan Sensorik: Menerima rangsang dari bagian anterior lidah untuk diproses di otak sebagai sensasi rasa
Motorik: Mengendalikan otot wajah untuk menciptakan ekspresi wajah

  • Saraf ini berasal dari pons.
  • Saraf wajah adalah baik sensorik dan motorik secara alami. Saraf wajah merupakan salah satu saraf yang paling penting dalam tubuh. Saraf ini memberikan persarafan motor untuk otot-otot ekspresi wajah, perut posterior dari otot digastric, dan otot stapedius, menerima pengertian khusus rasa dari anterior 2/3 lidah, dan memberikan persarafan secretomotor ke kelenjar ludah (kecuali parotis) dan kelenjar lakrimal. Hal ini terletak dan berjalan melalui saluran akustik internal untuk kanalis facialis dan keluar pada foramen stylomastoideum.
VIII Vestibulokoklearis Sensorik Sensori sistem vestibular: Mengendalikan keseimbangan
Sensori koklea: Menerima rangsang untuk diproses di otak sebagai suara

  • Saraf ini berawal sepanjang cerebellopontine angle.
  • Saraf sensorik ini sebagian besar secara alami. Seperti namanya, saraf ini indra suara, rotasi dan gravitasi yang sangat penting untuk keseimbangan dan gerakan. ini vestibular bercabang membawa impuls untuk keseimbangan dan cabang koklea membawa impuls untuk pendengaran. Hal ini terletak di kanal akustik internal.
IX Glosofaringeus Gabungan Sensori: Menerima rangsang dari bagian posterior lidah untuk diproses di otak sebagai sensasi rasa
Motorik: Mengendalikan organ-organ dalam

  • Saraf ini berasal dari medula.
  • Saraf ini bersifat sensorik dan motorik secara alami. Saraf ini menerima rasa dari posterior sepertiga dari lidah, memberikan persarafan secretomotor ke kelenjar parotis, dan memberikan persarafan motorik para stylopharyngeus, yang penting untuk taktil, nyeri, dan sensasi termal. Beberapa sensasi juga disampaikan ke otak dari tonsil palatina. Sensasi disampaikan ke talamus berlawanan dan beberapa inti hipotalamus. Saraf ini terletak di foramen jugularis.
X Vagus Gabungan Sensori: Menerima rangsang dari organ dalam
Motorik: Mengendalikan organ-organ dalam

  • Saraf ini berasal dari sulkus posterolateral medula.
  • Saraf ini bersifat sensorik dan motorik secara alami. Saraf ini memasok persarafan branchiomotor untuk sebagian laring dan semua otot faring (kecuali stylopharyngeus, yang dipersarafi oleh saraf glossopharingeus). Ini juga menyediakan serat parasimpatis ke hampir semua dada dan perut jeroan ke fleksura lienalis, dan menerima rasa khusus rasa dari epiglotis. Fungsi utama dari saraf ini adalah untuk mengontrol otot-otot untuk suara dan resonansi bersama dengan langit-langit lunak. Saraf ini juga terletak di foramen jugularis.
XI Aksesorius Motorik Mengendalikan pergerakan kepala

  • Saraf ini berasal dari akar tengkorak dan tulang belakang.
  • Saraf ini mengontrol otot sternokleidomastoid dan trapezius, dan tumpang tindih dengan fungsi saraf vagus. Saraf ini terletak di foramen jugularis.
XII Hipoglossus Motorik Mengendalikan pergerakan lidah

  • Saraf ini berasal dari medula.
  • Saraf ini terutama motorik secara alami. Ini memberikan persarafan motorik otot-otot lidah (kecuali untuk palatoglossus, yang dipersarafi oleh saraf vagus) bersama dengan otot yg berhubung dgn bahasa lainnya. Ini adalah saraf yang penting untuk menelan dan berbicara artikulasi. Hal ini terletak di kanal hypoglossus.

Sumber : http://www.sridianti.com/12-pasang-saraf-kranial-dan-fungsinya.html

All Posts, Knowledge

TEORI BIG BANG (LEDAKAN DAHSYAT)

Teori Big Bang tentang Alam Semesta

Teori Big Bang pertama kali ditemukan oleh Abbe Georges Lemaitre, seorang kosmolog asal Belgia pada tahun 1920-an. Menurutnya, alam semesta ini mulanya berasal dari gumpalan superatom yang berbentuk bola api kecil dengan ukuran sangat kecil. Saking kecilnya, bola itu hampir tak berbentuk dan lebih dipandang sebagai titik dengan volume nol. Gumpalan ini memiliki massa jenis yang luar biasa tinggi dengan suhu sekitar 1 trilyun derajat celcius. Gumpalan superatom inilah yang nantinya meledak dan memuntahkan seluruh isi dari alam semesta. Sekitar 10 pangkat -34 detik sebelum Big Bang dimulai, ukuran bola api kecil tersebut bertambah hingga mencapai diameter 1,75 cm. Setelah itu, ukuran superatom itu terus bertambah dengan sangat cepat dan tepat pada waktu 0 detik (waktu mulainya ruang waktu), terjadilah ledakan maha dahsyat itu. Peristiwa ini terjadi sekitar 15 milyar tahun yang lalu.
Big Bang melepaskan sejumlah besar besar energi di alam semesta yang kelak membentuk seluruh materi alam semesta.  Atom hidrogen terbentuk bersamaan saat energi dari Bing Bang meluas keluar. Lebih dari jutaan tahun kemudian, atom hidrogen tersebut terus bertambah banyak berkumpul membentuk debu dan awan hidrogen (nebula). Awan hidrogen tersebut makin lama makin padat dengan temperatur jutaan derajat celcius. Awan hidrogen inilah yang menjadi bahan pembentuk bintang-bintang di alam semesta. Setelah terbentuk banyak bintang, selanjutnya bintang tersebut berkumpul membentuk kelompok yang kemudian disebut galaksi. Dari galaksi, lahirlah bermilyar-milyar tata surya, salah satunya tata surya yang kita tinggali sekarang ini.
Teori Big Bang tentang Kelahiran Alam Semesta

Kekuatan Big Bang ini masih terus terasa sampai saat ini. Hal ini dibuktikan dengan keadaan alam semesta yang semakin meluas. Galaksi-galaksi saling bergerak menjauh satu sama lain. Keadaan ini akan terus terjadi hingga gerakan menjauh tersebut mencapai batasnya. Bila batas tersebut tercapai, semua materi di alam semesta akan berhenti menjauh dan melakukan gerakan kembali tertarik oleh gravitasi universal ke titik permulaan ledakan. Semua materi akan kembali seperti semula berkumpul membentuk titik di awal Big Bang.

Bukti Kebenaran Teori Big Bang

Pada tahun 1948, George Gamov mengembangkan perhitungan-perhitungan yang dibuat oleh Georges Lemaitre, kemudian ia mengemukakan sebuah teori baru yang sesuai dengan teori Big Bang. Menurutnya, jika alam semesta terjadi karena sebuah ledakan besar, maka di alam semesta ini seharusnya terdapat sisa radiasi dari ledakan tersebut. Apalagi bila radiasi ini tersebar ke semua arah di alam semesta ini dengan perbandingan yang sama (proporsional). Berikutnya setelah Gamov, pada tahun 1950, Ralph Alpher dan Robert Herman juga mengatakan hal serupa, yaitu seharusnya terjadi radiasi tersebut.
Memang benar, seharusnya ada radiasi tersebut dalam kadar tertentu di alam semesta ini. Tidak lama kemudian, bukti “yang memang seharusnya ada” tersebut ditemukan. Pada tahun 1965, dua peneliti yang bernama Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan gelombang-gelombang radiasi tersebut.
Radiasi yang diberi nama “radiasi dasar gelombang mikrokosmik” ini berbeda dengan radiasi yang biasanya bersumber dari angkasa. Radiasi ini tersebar di alam semesta secara rata ke semua arah. Dengan kata lain, radiasi ini tidak memiliki sumber, tetapi tersebar ke seluruh alam semesta. Hasil yang mengejutkan ini tidak hanya sampai di sini. Jumlah radiasi yang disebutkan Penzias dan Wilson ternyata sangat dekat dengan angka yang sebelumnya diperkirakan oleh para ilmuwan. Penzias dan Wilson mendapatkan Penghargaan Nobel sebagai orang pertama yang membuktikan teori Big Bang dengan percobaan.
Bukti penting lain yang membenarkan teori Big Bang adalah adanya gas hidrogen dan helium di angkasa. Dengan pengukuran-pengukuran yang dilakukan, telah diketahui bahwa perbandingan gas hidrogen dan helium di alam semesta sesuai dengan perhitungan-perhitungan teori perbandingan hidrogen dan helium yang tersisa dari Big Bang. Padahal, jika alam semesta ini berlangsung dari hukum kekekalan atau tanpa permulaan, maka hidrogen yang ada di alam semesta akan terbakar hingga habis dan mengubahnya menjadi helium.
Sumber : http://www.ilmusiana.com/2016/04/teori-big-bang-tentang-alam-semesta.html
All Posts, Knowledge

BIOMEKANIK GAIT / GAIT ANALYSIS

Berjalan adalah berpindahnya tubuh dari satu titik ke titik berikutnya dengan cara menggunakan kedua tungkai (bipedal : posisi tubuh selalu tegak selama proses berlangsung). Pola repetisi daripada penumpuan berat badan dari satu tungkai ke tungkai yang lain dengan heel-toe striding adalah fenomena yang membedakan manusia dengan hominids yang lebih primmitif (Napier, 1967).

Berjalan merupakan suatu rangkaian dari gait cycle, dimana satu gait cycle dikenal dengan sebutan langkah (stride). Blaya (2000), mendefinisikan single gait cycle sebagai suatu periode dimana salah satu kaki mengenai landasan (ground), mengayun dan kaki tersebut kembali mengenai landasan. Siklus gait diperlihatkan oleh gambar berikut :

Siklus gait terdiri dari dua bagian, yaitu berdiri (stance) dimana kaki mengenai landasan dan bagian mengayun (swing) dimana kaki tidak mengenai landasan. Tahapan fase yang terjadi pada gait cycle (Swilling, 2005), adalah initial contact, loading response, midstance, terminal stance, pre swing, initial swing, mid swing, dan terminal swing.

Gait cycle terdiri dari 2 periode, yaitu periode berdiri (stance) dimana anggota badan (kaki) mengenai landasan, dan periode mengayun (swing) dimana anggota badan tidak mengenai landasan. Gait cycle dibagi kedalam delapan fase yang memiliki tiga tugas fungsional anggota tubuh tersebut : weight acceptance (WA), single limb support (SLS), dan limb advancement (LA). Weight acceptance yaitu tugas fungsional anggota badan dalam menerima beban badan keseluruhan pada saat berjalan, melakukan penyerapan goncangan saat berjalan dari gaya jatuh bebas tubuh, stabilisasi awal dalam periode berdiri dan memelihara momentum forward progression. Tugas tersebut terdiri dari 2 fase pada gait cycle, yaitu initial contact/heel strike (HS) dan loading response/foot flat (FF). Periode berdiri diikuti dengan pendukung anggota tubuh tunggal (single limb support/SLS), terdiri dari fase midstance dan fase terminal stance. Selama melakukan tugas weight acceptance, anggota badan berdiri dengan tanggung jawab total untuk menahan berat tubuh sementara anggota tubuh lainnya berada pada periode mengayun. Tugas fungsional ketiga yaitu limb advancement, dimana terdapat empat fase yang berperan pada limb advancement: terminal stance, preswing, initial swing, midswing, dan terminal swing. LA dimulai pada akhir periode berdiri, dimana selama fase tersebut anggota bdan melakukan advancement untuk mempersiapkan fase berikutnya. Fase preswing melakukan sekaligus dua tugas, yaitu tugas fungsional  sigle limb support dan limb advancement (Blaya, 2000)

Vaughan (1999) menyatakan bahwa cara berjalan manusia merupakan penggambaran dari pendekatan top-down. Pada awal terjadinya proses gait, sebagai syaraf impalas yang terjadi didalam central nervous system (SSP) diakhiri dengan pembangkitan ground reaction forces (GRF) (anggota tibuh bagian bawah yaitu kaki). Karakteristik dari pendekatan tersebut berdasarkan pada sebab akibat, dimana ketika otot-otot diaktifkan akan membangkitkan gaya-gaya dan momen-momen yang saling berkaitan untuk mengeksekusi perintah system syaraf pusat, gaya-gaya dan momen yang terjadi mengakibatkan munculnya GRF pada kaki.

Gaya gabungan dan momen-momen menyebabkan rigid link segment (paha, betis, kaki, dan lainnya) memindahkan dan menghasilkan gaya pada lingkungan luar. Berikut adalah interaksi antar urutan gait cycle dalam berjalan (Vaughan, 1999), yaitu :

  1. Registrasi dan aktivasi perintah berjalan oleh system syaraf pusat (central nervous system)
  2. Perpindahan sinyal berjalan system syaraf tubuh (peripheral nervous system)
  3. Kontraksi otot-otot yang dapat menghasilkan denyut tubuh (tension)
  4. Pembangkitan gaya dan momen dalam synovial joints
  5. Pengaturan gaya dan momen gabungan oleh rigid link segment berdasarkan antropometri tubuh
  6. Perpindahan (gerakan) dari segmen-segmen untuk mengenalinya sebagai fungsi dari berjalan
  7. Pembangktan ground reaction forces (GRF)

Sumber : https://wawankxvloid.wordpress.com/2013/04/26/biomekanik-of-gait-gait-analysis/

All Posts, Knowledge

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP


1. Respirasi/Bernapas
Respirasi atau bernapas adalah proses masuknya udara dari luar yang mengandung oksigen dan pengeluaran udara dari dalam paru – paru. Udara yang keluar dari paru – paru mengadung karbondioksida dan uap air. Oksigen yang dihirup ke dalam tubuh digunakan untuk oksidasi zat makanan di dalam tubuh agar diperoleh energy yang digunakan untuk beraktivitas. Setiap mahkluk hidup mempunyai cara dan alat pernapasan yang berbeda- beda. Misalnya pada manusia, mamalia dan unggas bernapas menggunakan paru – paru. Sedangkan pada tumbuhan menggunakan lentisel dan stomata yang terdapat pada bagian batang dan daun pada tumbuhan.
2. Bergerak
Bergerak adalah perpindahan posisi seluruh atau sebagian tubuh mahkluk hidup karena adanya rangsangan. Perpindahan seluruh bagian tubuh terjadi pada manusia dan hewan. Misalnya, manusia berjalan, ikan berenang, dan burung yang terbang. Sedangkan gerak pada tumbuhan hanya terjadi pada bagian tertentu, misalnya gerak batang menuju datangnya cahaya.
3. Peka terhadap rangsang/Iritabitas
Setiap mahkluk hidup mempunyai kemampuan menanggapi rangsang yang berbeda – beda. Misalnya, tanaman dalam pot yang disimpan di dalam ruangan akan tumbuh ke arah datangnya cahaya. Kepekaan terhadap rangsang menunjukan bahwa di dalam tubuh mahkluk hidup terjadi proses pengaturan.
4. Memerlukan makan atau nutrisi
Setiap mahkluk hidup pasti memerlukan makan atau nutrisi untuk mempertahankan hidupnya. Makanan diperlukan sebagai sumber energy untuk melakukan proses – proses kehidupan. Cara mendapatkan makanan maupun cara makan setiap mahkluk hidup berbeda – beda. Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri dengan proses fotosintesis. Sedangkan hewan dan manusia mendapatkan makanan dari mahkluk hidup lain.
5. Tumbuh dan Berkembang
Lihatlah tubuhmu sekarang. Tentu akan berbeda dibandingkan dengan ukuran tubuhmu saat usia balita. Hal ini menunjukan jika mahkluk hidup mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan merupakan proses pertambahan jumlah dan berat sel kering mahkluk hidup yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke keadaan semula). Akibat dari pertumbuhan tersebut adalah bertambahnya tinggi dan berat badan seseorang, dan bertambah panjangnya ukuran batang pada pohon.Apakah mahkluk hidup hanya mengalami pertumbuhan? Selain mengalami pertumbuhan mahkluk hidup juga mengalami perkembangan. Perkembangan adalah proses menuju dewasa. Perkembangan merupakan perubahan/penyempurnaan struktur dan fungsi organ tubuh yang menyertai proses petumbuhan.
6. Melakukan Metabolisme
Di dalam tubuh manusia terjadi reaksi – reaksi kimia yang disebut metabolisme. Reaksi – reaksi tersebut dapat berupa penyusunan maupun penguaraian zat tertentu agar dapat diserap oleh tubuh. Proses penguaraian suatu zat menjadi partikel yang lebih kecil disebut dengan proses katabolisme sedangkan proses penyusunan senyawa tertentu disebut dengan proses anabolisme.
7. Mengeluarkan zat sisa/Ekskresi
Pada proses metabolisme, selain menghasilkan energy juga menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Kadar zat sisa yang tinggi jika tidak dikeluarkan dari dalam tubuh tentunya akan mempunyai efek yang berbahaya dan menjadi racun dalam tubuh. Misalnya, paru – paru mengeluarkan karbondioksida dan uap air, kulit mengeluarkan keringat, dan ginjal mengeluarkan urin. Tumbuhan mengeluarkan zat sisa melalui stomata.
8. Berkembang biak
Cara mahkluk hidup untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya adalah dengan cara berkembang biak atau reproduksi. Dalam proses perkembangbiakan, sifat anak akan mewarisi sifat induknya. Perkembangbiakan mahkluk hidup dibedakan menjadi dua cara yaitu berkembang biak secara vegetative/tak kawain dan perkembangbiakan secara generative/kawin.
9. Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan mahkluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Bagi mahkluk hidup yang dapat beradaptasi maka ia dapat bertahan lebih lama dan populasinya akan bertambah banyak. Namun jika tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya maka mahkluk hidup pun akan punah.
10. Regulasi
Regulai adalah proses pengaturan keserasian di dalam tubuh organism yang diatur oleh syaraf dan hormon.
Sumber : http://www.pengetahuanalam.com/2015/11/10-ciri-ciri-mahkluk-hidup-dan-penjelasnnya.html